SUBANG JABAR

City of Culture and Leisure...

Melihat Keindahan Alam Subang Melalui Lensa Kamera

Menikmati keindahan alam Subang tidak selalu harus berkunjung langsung ke tempatnya. Melalui hasil karya foto, kekayaan budaya dan alam wilayah Subang dapat anda nikmati. 




Sebuah pameran foto di gelar di selasar museum Wisma Karya , Subang, Jawa Barat pada 27 hingga 28 April kemarin. Hari itu para pengunjung museum selain bisa menikmati benda – benda koleksi museum juga bisa menikmati keindahan beragam foto hasil jepretan para fotografer setempat.



Pameran foto ini dilaksanakan oleh Bingkai Fotografi Subang (BFS) yang merupakan komunitas fotografi terbesar di kota itu. 50 karya foto dengan beragam tema dipamerkan dalam event tersebut. Foto – foto hasil jepretan para fotografer tersebut terlihat mencolok memenuhi selasar depan gedung museum, sehingga membuat orang yang sedang melintas di jalan tertarik untuk melihatnya.
Tema pemandangan, model dan human interest mendominasi hasil karya foto yang dipamerkan. Di salah satu dinding tampak berderet foto –foto yang mengeksplorasi keindahan alam Subang. Foto – foto pegunungan, air terjun, pesawahan dan obyek wisata alam lainnya tak luput dari jepretan para fotografer. Menikmati foto – foto tersebut membuat anda seolah sedang mengunjungi tempat – tempat indah di Subang dalam satu waktu.


Di sudut lain para pengunjung dimanjakan dengan foto – foto yang menyuguhkan kecantikan mojang – mojang priangan. Foto – foto model dalam berbagai pose yang memenuhi dinding selasar museum membuat pengunjung betah berlama – lama mengamati foto satu per satu.
Sementara di sudut lain Anda dibawa terhanyut menyelami foto – foto yang bertema tentang kehidupan manusia. Foto – foto bertema Human Interest tersebut tersebut seakan becerita kepada para pengunjung.

 Semakin malam acara bertambah meriah dengan digelarnya foto session. 2 model cantik berpose di depan para fotografer di selasar museum. Hal ini tentu saja semakin menarik perhatian para pengunjung. Model – model cantik tersebut ibarat magnet yang menarik semakin banyak pengunjung untuk datang. Foto session ini diakhiri dengan pemotretan Mojang – Jajaka Jawa Barat


Acara pameran foto ini digelar bersamaan dengan pemilihan mojang jajaka dan gelar seni budaya di halaman depan museum. Kegiatan ini sejenak membuat museum yang biasanya sepi menjadi meriah.

Tari Laskar Pelangi Meriahkan Subang Carnival 2012

Anak-anak menari seperti pada film Laskar Pelangi serta pawai kendaraan hias menambah kemeriahan Subang Carnival 2012. Keseruan acara yang menjadi puncak HUT ke-64 Kabupaten Subang ini pun menarik perhatian wisatawan dan warga. Seru!

Puncak peringatan HUT ke-64 Kabupaten Subang, Sabtu (21/4/2012) terlihat sangat meriah dengan diadakannya Subang Carnival 2012. Pagi itu, ribuan orang memadati Jl Oto Iskandardinata, Subang, Jawa Barat. 
Jalan yang jalur arak-arakan kirab budaya dan pawai kendaraaan hias ini memang lebih ramai daripada hari biasanya. Para wisatawan yang saat itu sedang berkunjung ke Subang sangat antusias menanti dan mengikuti acara sampai selesai.
Nah, pembukaan acaara di sambut dengan adanya puluhan kendaraan hias yang berasal dari berbagai instansi pemerintahan, kecamatan, dan desa di Kabupaten Subang. Semuanya turut ambil bagian dalam acara yang berlangsung dalam suasana seru.

Kendaraan-kendaraan hias tersebut menunjukkan potensi dan keunikan wilayah atau instansi masing–masing. Kendaraan hias dari wilayah Pantura misalnya, menunjukkan potensi kelautannya dengan membuat kendaraan hias berupa perahu nelayan. Lain lagi dengan peserta yang berasal dari Subang bagian selatan, berbagai macam buah-buahan, bunga, dan hasil tani yang menjadi andalan daerah tersebut menghiasi kendaraan yang mereka bawa.

Sementara itu, ribuan pelajar, seniman, dan masyarakat lainnya juga ikut andil dalam arak-arakan yang menunjukan potensi seni dan budaya wilayah Subang tersebut. Selain seni Sisingaan yang menjadi kesenian khas daerah Subang, kesenian lainnya pun turut memeriahkan acara tersebut, seperti tari Jaipong, kuda lumping, permainan angklung, dan penampilan marching band dari para pelajar yang ikut memeriahkan acara tersebut.

Namun, di lain sudut para penoton yang menyaksikan keseruan Subang Carnival 2012 dikejutkan oleh pengisi acara yang menggunakan kostum lucu dan melakukan atraksi seni yang unik. Mereka adalah segerombolan anak-anak yang menggunakan kostum dan melalukan atraksi layaknya di film Laskar Pelangi yang tentu saja mengundang gelak tawa para penonton.
Kemeriahan acara yang berlangsung sekitar 4 jam ini semakin menjadi-jadi ketika mereka yang datang memperebutkan berbagai hasil bumi yang digunakan untuk menghias kendaraan oleh penonton. Anak kecil, orang tua dan wisatawan yang sedang berkunjung pun tak ketinggalan ikut serta merebut berbagai buah–buahan dan hasil bumi yang menghiasi kendaraan peserta pawai.

Suka cita kemeriahan carnival ini tidak berakhir sampai di sini. Berbagai perlombaan dan atraksi seni lainnya masih terus digelar untuk memeriahkan HUT Kabupaten Subang. Untuk selanjutnya akan diadakan pertunjukkan wayang golek, perlombaan seni tradisional, pameran foto dan lukisan, bazaar, serta masih banyak lagi acara lain yang tak kalah seru.
Penasaran dengan kemeriahan acara Subang Carnival 2012? Anda masih bisa melihat secara langsung dan ikut dalam acara ini. Tentu saja, karena Subang Carnival 2012 masih terus berlangsung dan berakhir pada Kamis (10/5/2012) nanti.(detik.travel/budiana)

Tidak perlu jauh-jauh ke Bromo untuk melihat sang fajar terbit. Dari jalan raya di kaki Gunung Tangkuban Perahu, Anda dapat melihat selendang emas sang mentari. Pesonanya tak kalah menawan dengan yang ada di Bromo!




Pesona daerah Ciater, Subang, Jawa Barat bukan hanya pemandian air panasnya saja. Keindahan panorama lereng Gunung Tangkuban Perahu menambah daya tarik wisatawan untuk datang ke tempat ini. Menanti munculnya sang fajar adalah waktu yang sangat tepat Anda berkunjung ke sini.
Tidak perlu membawa ransel yang dipenuhi dengan perlengkapan untuk mendaki gunung demi melihat terbitnya sang mentari. Anda hanya perlu menyewa villa di sekitar  wisata Sari Ater dan rela bangun sangat pagi. Setelah salat subuh bukalah jendela villa dan nikmati cantiknya mentari terbit di antara gunung dan hamparan kebun teh.


Namun, jika ingin mendapatkan pemandangan yang lebih keren Anda perlu berjalan mencari tempat yang lebih tinggi. Hal ini, diperlukan agar mendapat pemdandangan yang lebih menarik dan luas. Sekitar 700 meter dari lokasi Sari Ater tepatnya di pinggir jalan raya Subang-Bandung merupakan spot yang sangat tepat untuk menikmati keindahan daerah ini.



Di sinilah keajaiban alam tersaji dengan sempurna. Semburat cahaya jingga keemasan muncul di sela-sela gumpalan awan putih yang terlihat membeku di antara bukit-bukit Tangkuban Perahu. Hamparan kebun teh yang terkena sinar mentari menjadikan kreasi alam ini semakin menawan.


Nah, bagi para pecinta fotografi, ini merupakan momen emas untuk memperoleh foto-foto yang eksotis. Untuk memperoleh hasil foto yang terbaik, jangan lupa gunakan tripod untuk kamera Anda. Cuaca yang dingin juga akan membuat Anda menggigil. Namun, jika dipaksakan tanpa menggunakan tripod hasil foto Anda akan menjadi kurang sempurna.


Tapi sayang, keindahan sunrises di lereng Gunung Tangkuban Perahu ini tidak bisa Anda nikmati setiap saat. Tidak jarang wisatawan yang sengaja datang hanya mendapatkan kabut tebal yang menutupi daerah ini.
Keindahan terbitnya mentari di tempat ini akan sangat sempurna jika cuaca benar–benar cerah. Biasanya cuaca di tempat ini akan cerah jika malam sebelumnya hujan mengguyur daerah ini.

Jadi, tunggu apalagi? Selain bisa relaksasi sambil berendam di air panas dan melakukan petualangan di Ciater, Anda juga bisa menikmati lukisan tangan Tuhan yang menakjubkan ini. Jangan salah, matahari terbit di kaki Gunung Tangkuban Perahu tidak kalah indah dengan yang ada di Bromo, lho! (detik.travel/Budiana)